
Siapa yang tidak kenal Toyota Kijang? Mobil yang satu ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia selama hampir lima dekade. Dari generasi ke generasi, Kijang selalu hadir menemani perjalanan keluarga Indonesia, baik sebagai kendaraan niaga, mobil angkutan keluarga, hingga kini bertransformasi menjadi MPV premium yang dikenal dengan nama Innova.
Perjalanan panjang Toyota Kijang di Indonesia adalah cerminan dari evolusi mobilitas masyarakat Indonesia itu sendiri. Dari bentuknya yang sederhana dan kotak, hingga menjadi mobil mewah dengan teknologi hybrid, Kijang selalu mampu beradaptasi dengan kebutuhan zaman. Artikel ini akan mengajak Anda menyusuri sejarah panjang Toyota Kijang, ikon mobil keluarga terbaik dalam sejarah Indonesia.
Kisah kelahiran Toyota Kijang tidak dapat dipisahkan dari program Kendaraan Bermotor Niaga Serbaguna (KBNS) yang dicanangkan pemerintah Indonesia pada awal tahun 1970-an. Pemerintah saat itu menginginkan adanya kendaraan dengan harga terjangkau yang bisa dibeli oleh seluruh lapisan masyarakat untuk menunjang pembangunan dan distribusi barang.
Di sisi lain, Toyota sendiri telah mengidentifikasi adanya kebutuhan kendaraan komersial serbaguna berharga terjangkau di negara-negara berkembang Asia Tenggara. Toyota pun menginisiasi proyek Basic Utility Vehicle (BUV) pada tahun 1972. Proyek ini sejalan dengan program KBNS yang dicanangkan pemerintah Indonesia.
William Soeryadjaya, pendiri Astra International, berkolaborasi dengan Toyota Motor Corporation untuk mewujudkan kendaraan ini di Indonesia. Setelah melalui proses riset dan pengembangan selama lima tahun, prototipe Toyota Kijang pertama kali diperkenalkan kepada publik di Jakarta Fair pada tahun 1975.
Dua tahun kemudian, tepatnya pada 9 Juni 1977, Toyota Kijang resmi diluncurkan di Indonesia dan mulai memasuki jalur produksi. Peluncuran perdana dilakukan di Hotel Hilton, Jakarta, menandai awal dari perjalanan panjang mobil legendaris yang akan menjadi ikon mobilitas Indonesia.
Nama “Kijang” sendiri memiliki makna yang mendalam. Banyak yang meyakini bahwa Kijang adalah singkatan dari “Kerjasama Indonesia-Jepang”. Nama ini dipilih karena dianggap sesuai dengan konsep KBNS dan BUV, yaitu kendaraan yang lincah dan gesit seperti hewan kijang. Nama ini juga mencerminkan semangat kolaborasi antara Indonesia dan Jepang dalam menciptakan kendaraan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.
Toyota Kijang generasi pertama dengan kode bodi KF10 ini lebih dikenal dengan julukan “Kijang Buaya”. Julukan ini muncul karena bentuk kap mesinnya yang bisa terbuka lebar hingga ke samping bodi, menyerupai mulut buaya yang menganga.
Saat pertama kali diperkenalkan, Kijang Buaya hadir sebagai kendaraan niaga berbentuk pick-up dengan desain serba kotak dan sederhana. Namun, ada satu keputusan desain yang membuat Kijang berbeda dari kendaraan niaga lainnya pada zamannya. Toyota memutuskan untuk menempatkan mesin di bagian depan mobil, sehingga Kijang memiliki “hidung” atau bonnet.
Keputusan ini didasari oleh riset dan kepedulian Toyota pada faktor keselamatan. Mesin depan dinilai lebih aman dibandingkan jika mesin berada di bawah tempat duduk depan, seperti kebanyakan pick-up pada masa itu. Selain itu, posisi mesin di depan juga memberikan kenyamanan lebih baik karena tidak ada gangguan panas dan suara dari dapur pacu yang mengganggu penumpang.
Kijang Buaya dibekali mesin tipe 3K berkapasitas 1.200 cc, mesin bensin 4-silinder OHV yang sama dengan Toyota Corolla pada masanya, dikombinasikan dengan transmisi manual 4-percepatan. Kecepatan maksimalnya tercatat mencapai 80 km/jam.
Kandungan lokal atau tingkat komponen dalam negeri pada Kijang Buaya mencapai 19 persen. Meski terbilang sederhana, Kijang Buaya berhasil terjual sebanyak 26.806 unit selama masa produksinya.
Melihat kesuksesan generasi pertama, Toyota pun melakukan pembaruan. Pada tahun 1981, Toyota meluncurkan Kijang generasi kedua dengan kode bodi KF20 yang lebih dikenal dengan julukan “Kijang Doyok”.
Julukan “Doyok” diambil dari tokoh kartun yang populer di harian Pos Kota pada masa itu. Bentuk Kijang generasi kedua yang kotak dan “kerempeng” dianggap mengingatkan pada karakter kartun Doyok. Nama ini melekat kuat dan hingga kini masih diingat oleh banyak orang.
Yang membedakan Kijang Doyok dari pendahulunya adalah perubahan konsep yang signifikan. Jika Kijang Buaya murni dirancang sebagai kendaraan niaga, maka Kijang Doyok menjadi tonggak bersejarah dimulainya era Kijang sebagai mobil penumpang. Pada tahun 1983, Toyota mulai menjadikan Kijang Doyok sebagai Multi Purpose Vehicle (MPV).
Perubahan ini didukung oleh industri karoseri lokal yang mengubah mobil bak terbuka ini menjadi mobil yang lega untuk mengangkut keluarga. Toyota pun memproduksi Kijang tipe cab (berkabin) sebagai platform karoseri yang menjadi basis minibus.
Pada awal peluncurannya, Kijang Doyok masih menggunakan mesin 3K 1.200 cc. Namun pada tahun 1985, mesinnya ditingkatkan menjadi 1.500 cc dengan kode 5K, 4-silinder yang dikawinkan dengan transmisi manual 4-percepatan. Kandungan lokal pada mobil ini meningkat menjadi 30 persen.
Selama tujuh tahun masa produksinya, Toyota menghadirkan berbagai seri Kijang Doyok, mulai dari Namosco, Tama, Tamara, Turangga, hingga Taruna.
Memasuki tahun 1986, Toyota kembali melakukan inovasi besar dengan meluncurkan Kijang generasi ketiga yang dikenal dengan nama “Kijang Super”. Generasi ini hadir dengan kode bodi KF40 untuk sasis pendek dan KF50 untuk sasis panjang.
Kijang Super hadir dengan tampilan yang jauh lebih modern dibandingkan pendahulunya. Bentuknya tidak lagi mengotak seperti generasi sebelumnya, melainkan mulai membulat mengikuti perkembangan zaman.
Salah satu inovasi terbesar pada Kijang Super adalah penggunaan teknologi Full Pressed Body (FPB). Teknologi ini berarti pembuatan panel bodi mobil menggunakan proses stamping (mesin pres) dengan penggunaan dempul yang sangat minim, hanya sekitar 2,5 kg per mobil dan hanya pada sambungan pengelasan saja. Hasilnya adalah kualitas bodi yang lebih baik, rapi, dan tahan lama.
Kehadiran Kijang Super disambut sangat positif oleh masyarakat. Selama 10 tahun mengaspal di Indonesia, Kijang Super berhasil terjual sebanyak 492.123 unit, menjadikannya generasi Kijang tersukses yang pernah ada. Bahkan Kijang Super mampu menggeser para pesaingnya seperti Mitsubishi L300, Suzuki Carry, dan Daihatsu Zebra.
Pada tahun 1992, Toyota meluncurkan Kijang Grand Extra dengan teknologi Toyota Original Body dan mesin pilihan 1.500 cc serta 1.800 cc. Kijang Grand Extra menjadi MPV pertama yang memiliki kualitas bodi bebas dempul seperti sedan. Toyota juga memperkenalkan AC Double Blower dalam kabin untuk kenyamanan penumpang.
Pada masa akhir generasi ketiga, muncul istilah “Kijang Soeharto” karena Presiden Soeharto dianggap memiliki andil besar dalam kelahiran dan kesuksesan Toyota Kijang di Indonesia.
Memasuki tahun 1997, Toyota kembali melakukan perubahan total dengan meluncurkan Kijang generasi keempat yang lebih dikenal dengan julukan “Kijang Kapsul”. Julukan ini muncul karena desain eksteriornya yang lebih membulat, cembung, dan terkesan “gemuk” seperti kapsul.
Kijang Kapsul diperkenalkan di Indonesia pada Januari 1997 sebagai penerus Kijang Super. Mobil ini tampil dengan desain yang jauh lebih modern, dinamis, dan cukup mewah di zamannya.
Untuk pertama kalinya, Kijang Kapsul hadir dengan berbagai pilihan mesin yang lebih beragam:
Mesin bensin 7K 1.800 cc (dibawa dari generasi sebelumnya)
Mesin bensin 2.000 cc
Mesin diesel 2L 2.446 cc
Varian diesel baru mulai dijual resmi beberapa bulan setelah peluncuran, tepatnya pada April 1997.
Kijang Kapsul juga menjadi generasi pertama yang tersedia dengan transmisi otomatis, sebuah terobosan yang sangat diapresiasi oleh konsumen. Pada tahun 2000, Toyota juga memperkenalkan teknologi sistem pembakaran injeksi pada Kijang Kapsul.
Kandungan lokal Kijang Kapsul mencapai 53 persen. Ini menunjukkan komitmen Toyota dan Astra dalam meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri.
Yang menarik, pada masa ini Toyota menawarkan hingga 20 varian berbeda dari Kijang Kapsul, menunjukkan betapa besarnya permintaan pasar terhadap mobil ini. Kijang Kapsul menjadi generasi terakhir yang masih membawa embel-embel nama “Kijang”. Setelah ini, nama Kijang akan melekat dengan identitas baru: Innova.
Tanggal 1 September 2004 menjadi salah satu milestone terpenting dalam sejarah Toyota Kijang. Pada hari itulah, Toyota meluncurkan generasi kelima Kijang dengan nama baru: Toyota Kijang Innova.
Peluncuran Innova menandai transformasi radikal dalam keluarga Kijang. Slogan yang diusung saat itu adalah “Beautiful [R]evolution” , yang berarti evolusi sekaligus revolusi. Kijang terus berevolusi, tetapi konsep generasi kelima merupakan revolusi dibandingkan sebelumnya.
Innova lahir dari proyek global bernama Innovative Multipurpose Vehicle (IMV). Melalui proyek IMV, Toyota melahirkan tiga model sekaligus: pick-up Hilux, MPV Kijang Innova, dan SUV Fortuner.
Untuk pertama kalinya, keluarga Kijang tidak lagi menyertakan varian kendaraan niaga di dalam line-up-nya. Innova sepenuhnya dirancang sebagai kendaraan penumpang premium. Citra Kijang Innova sebagai MPV nyaman mulai terbentuk dan terus diperkuat.
Innova generasi pertama dengan kode produk AN40 dilengkapi dengan mesin berteknologi VVT-i untuk varian bensin dan diesel common rail untuk varian diesel. Mesin bensin 2.000 cc mampu menghasilkan tenaga 136 hp, sementara mesin diesel 2.500 cc dengan turbocharger dan Common Rail Direct Injection menghasilkan performa optimal.
Selain itu, Innova juga dilengkapi dengan fitur-fitur modern seperti multi information display dan airbag, yang pada masanya merupakan fitur premium.
Pada tahun 2015, Toyota meluncurkan generasi terbaru dari Kijang Innova yang dikenal dengan sebutan “Innova Reborn”. Innova Reborn hadir dengan desain yang lebih modern, aerodinamis, dan mewah.
Innova Reborn dibekali dengan berbagai fitur keselamatan dan kenyamanan yang semakin canggih, termasuk Vehicle Stability Control, Hill Start Assist, dan pada varian tertentu, Blind Spot Monitoring dan Rear Cross Traffic Alert.
Puncak evolusi panjang Toyota Kijang adalah hadirnya Innova Zenix pada akhir tahun 2022. Zenix menandai perubahan signifikan dari generasi sebelumnya dengan penggerak roda depan (FWD) dan pilihan mesin hybrid.
Innova Zenix hadir dengan teknologi Toyota Safety Sense 3.0, 6 airbag, dan berbagai fitur keselamatan canggih lainnya. Ini adalah wujud nyata bagaimana Kijang yang dulu lahir sebagai kendaraan niaga sederhana telah bertransformasi menjadi MPV premium berteknologi tinggi.
Ada banyak alasan mengapa Toyota Kijang dijuluki sebagai ikon mobil keluarga terbaik dalam sejarah Indonesia.
Pertama, Kijang hadir sebagai solusi mobilitas yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Dari petani, pedagang, hingga pejabat, semua pernah menggunakan atau setidaknya mengenal Kijang.
Kedua, Kijang selalu beradaptasi dengan kebutuhan zaman. Dari pick-up niaga menjadi MPV keluarga, dari mesin sederhana menjadi hybrid canggih, Kijang selalu bisa mengikuti perkembangan.
Ketiga, durabilitas dan keandalan Kijang sudah teruji puluhan tahun. Mesinnya yang bandel dan perawatannya yang mudah membuat Kijang menjadi pilihan utama keluarga Indonesia.
Keempat, Kijang memiliki nilai sentimental yang kuat. Banyak orang Indonesia memiliki kenangan indah bersama Kijang: perjalanan mudik, liburan keluarga, atau sekadar antar-jemput sekolah.
Bagi Anda yang ingin merasakan kenyamanan Innova untuk perjalanan keluarga, Butong Rent Car menyediakan berbagai pilihan varian Toyota Innova dengan harga kompetitif. Semua unit dalam kondisi prima dan dilengkapi driver profesional.
🚘 Toyota Innova
💰 Rp750.000 / 12 Jam
👥 Kapasitas 7 Penumpang
✅ Termasuk: Mobil, Driver Profesional
❌ Tidak Termasuk: BBM, Tol, Parkir, Uang Makan Driver
👉 Cocok untuk: Tamu VIP, perjalanan dinas, perjalanan keluarga premium.
📌 Lihat Detail Innova »
📲 Booking via WhatsApp
🚘 Toyota Innova Zenix G
💰 Rp900.000 / 12 Jam
👥 Kapasitas 7 Penumpang
✅ Termasuk: Mobil, Driver Profesional
❌ Tidak Termasuk: BBM, Tol, Parkir, Uang Makan Driver
👉 Cocok untuk: Perjalanan bisnis dan eksekutif.
📌 Lihat Detail Zenix G »
📲 Booking via WhatsApp
✨ Toyota Innova Zenix Q
💰 Rp1.500.000 / 12 Jam
👥 Kapasitas 7 Penumpang
✅ Termasuk: Mobil, Driver Profesional
❌ Tidak Termasuk: BBM, Tol, Parkir, Uang Makan Driver
👉 Cocok untuk: Tamu VIP, direksi, perjalanan premium.
📌 Lihat Detail Zenix Q »
📲 Booking via WhatsApp
Untuk informasi lebih lanjut mengenai sewa mobil Innova dengan berbagai pilihan varian, kunjungi website resmi Butong Rent Car dan konsultasikan kebutuhan perjalanan Anda.
1. Kapan Toyota Kijang pertama kali diluncurkan di Indonesia?
Toyota Kijang pertama kali diluncurkan di Indonesia pada 9 Juni 1977 di Hotel Hilton, Jakarta.
2. Apa arti nama “Kijang”?
Nama Kijang dipercaya sebagai singkatan dari “Kerjasama Indonesia-Jepang”. Nama ini juga dipilih karena melambangkan kendaraan yang lincah dan gesit.
3. Apa saja julukan dari setiap generasi Kijang?
Generasi 1 (1977-1981): Kijang Buaya
Generasi 2 (1981-1986): Kijang Doyok
Generasi 3 (1986-1996): Kijang Super
Generasi 4 (1997-2004): Kijang Kapsul
Generasi 5 (2004-2015): Kijang Innova
Generasi 6 (2015-sekarang): Innova Reborn
Generasi 7 (2022-sekarang): Innova Zenix
4. Mengapa Kijang generasi pertama disebut “Kijang Buaya”?
Karena kap mesinnya bisa terbuka lebar hingga ke samping bodi, menyerupai mulut buaya yang menganga.
5. Apa inovasi terbesar pada Kijang Super?
Penggunaan teknologi Full Pressed Body yang membuat panel bodi lebih rapi dengan penggunaan dempul minimal.
6. Kapan nama “Innova” mulai digunakan?
Nama Innova mulai digunakan pada tahun 2004 saat peluncuran generasi kelima Kijang.
7. Apa yang membedakan Innova Zenix dari generasi sebelumnya?
Innova Zenix hadir dengan penggerak roda depan (FWD) dan pilihan mesin hybrid, serta dilengkapi Toyota Safety Sense 3.0.
Perjalanan panjang Toyota Kijang di Indonesia adalah cerminan dari evolusi mobilitas masyarakat Indonesia. Dari Kijang Buaya yang sederhana pada tahun 1977 hingga Innova Zenix hybrid yang canggih di tahun 2022, Kijang selalu menjadi bagian dari kehidupan keluarga Indonesia.
Kijang bukan sekadar mobil. Kijang adalah saksi bisu perjalanan bangsa, teman setia keluarga Indonesia, dan ikon mobil keluarga terbaik dalam sejarah. Kini, warisan itu terus hidup melalui Toyota Innova yang siap menemani generasi baru keluarga Indonesia dalam setiap perjalanan.
Butong Rent Car hadir untuk memberikan pengalaman terbaik menggunakan Innova dengan layanan profesional dan armada terawat. Pesan sekarang dan rasakan sendiri kenyamanan mobil legendaris Indonesia ini!